Senin, 23 Maret 2020

KONSEP DASAR MANAGEMEN PENDIDIKAN


Managemen berasal dari Bahasa inggris yaitu “administratie” yang berarti tata-usaha. Menurut Leonard D. White, managemen adalah segenap proses, biasanya terdapat pada semua kelompok baik usaha negara, pemerintah atau swasta, sipilau militer secara besar-besaran atau secara kecil-kecilan. Sedangkan menurut The Liang Gie management adalah segenap proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Mulyani A. Nurhadi juga mengemukaan mengenai managemen adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yag telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien. Sehingga managemen pendidikan adalah rangkaian segala kegiatan yang menunjuk kepada usaha kerjasama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan

1. Berdasarkan Wilayah Kerja

Ruang lingkup berdasarkan wilayah kerja dapat dibedakan menjadi:
a)       Manajemen pendidikan di satu negara atau tingkat nasional, menangani pelaksanaan pelatihan pendidikan di dalam sekolah dan luar sekolah, termasuk penyelenggaraan pelatihan, pengayaan penelitian, maupun pendidikan yang meliputi kebudayaan dan kesenian secara nasional
b)       Selanjutnya manajemen pendidikan dalam satu provinsi, ruang lingkupnya meliputi wilayah kerja sebatas provinsi saja dan pelaksanaannya dibantu oleh petugas yang berada di kabupaten dan di kecamatan
c)       Manajemen pendidikan dalam satu kabupaten/ kota, ruang lingkupnya meliputi wilayah kerja satu kabupaten atau satu kota saja
d)       Manajemen pendidikan satu unit kerja, ini hanya menititik beratkan pada satu unit kerja yang langsung dalam menangani pekerjaan mendidik
e)       Kegiatan terkecil dalam manajemen bidang pendidikan adalah manajemen kelas.

2. Berdasarkan Objek Garapan

Ruang lingkup berdasarkan ojek garapan dapat dibedakan menjadi:
a)       Manajemen siswa
b)       Manajemen personil-personil dalam sekolah
c)       Kurikulum dalam sekolah
d)       Manajemen prasarana/ material
e)       Manajemen Tata Usaha Sekolah  atau Tata Laksana pendidikan
f)        Pengaturan Anggaran pendidikan
g)       Manajemen lembaga atau organisasi pendidikan
h)       Manajemen hubungan masyarakat atau manajemen kominikasi pendidikan.
i)        Kepemimpinan dan supervise pendidikan

3. Berdasarkan Fungsi

Ruang lingkup berdasarkan fungsi atau urutan kegiatannya dapat dibedakan menjadi:
a)       Merencanakan
b)       Mengorganisasikan
c)       Mengarahkan
d)       Mengkoordinasikan
e)       Mengkomunikasikan
f)        Mengawasai ataupun mengevaluasi

4. Berdasarkan Pelaksana

Dalam lingkungan kelas, guru adalah administrator, guru harus melaksanakan kegiatan management. Di lingkungan sekolah, kepala sekolah adalah administrator. Dengan pengertian bahwa management adalah pengelolaan, management, maka kepala sekolah bertindak sebagai manager di sekolah yang dipimpinnya.

Rabu, 26 April 2017

m-file metode euler





LAPORAN PRAKTIKUM
“METODE NUMERIK 2”


Disusun oleh
ENDANG WAHYUNI
1400015020


PROGRAM STUDI MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA




m-file ke-1(m-file metode euler)

function[t,y,w,EG,EL,EB]=metode_taylor(a,b,n,alpha) %y= nilai eksak, w=nilai aproksimasi, EG=error global, EL=error lokaql, EB= error bound, a=bawas bawah interval, b=batas atas interval, n=banyak jumlah data yang diinginkan,h= jarak sub interval yang dapat dicari dengan (b-a)/n
h=(b-a)/n;
w(1)=alpha; %nilai awal untuk mencari error global
w1(1)=alpha; %nilai awal untuk mencari error lokal
t(1)=a;
for i=1:n %perulangan untuk i dari 1 sampai ke n
    w(i+1)=w(i)+h*fun(t(i),w(i));%rumus dari metode euler yang digunakan
untuk mencari nilai dari error global
    w1(i+1)=sol(t(i))+h*fun(t(i),sol(t(i)));%rumus dari metode euler yang
digunakan untuk mencari nilai dari error lokal
    t(i+1)=t(i)+h; %untuk mendapatkan perulangan t dengan jarak sebesar h
end

for i=1:n+1 %perulangan untuk i dari 1 sampai ke n
    EB(i)=0.1695*(exp(t(i))-1); %rumus dari error bound dimana nilai 0.1695 sudah dicari dari rumus hM/2L
end
y=sol(t);
EG=abs(y-w); %error global dicari dari harga mutlak nilai eksak dikurangi nilai aproksimasi
EL=abs(y-w1); %error lokal dicari dari harga mutlak nilai eksak dikurangi nilai aproksimasi
function z=fun(t,w)
z=w-t.^2+1; %nilai nilai aproksimasi yang diketahui
function y=sol(t)
y=(t+1).^2-0.5*exp(t); %nilai eksak yang diketahui

>> [t,y,w,EG,EL,EB]=metode_taylor(0,2,10,0.5); à mengubah input nilai a,b,n, alpha untuk melihat pe]rubahan hasil
>> [t' y' w' EG' EL' EB'] →untuk mendapatkan data dalam bentuk matrik untuk kolom pertama adalah  nilai t, kolom kedua adalah nilai eksak, kolom ketiga adalah nilai aproksimasi, kolom keempat error global, kolom berikutnya error local dan yang terakhir error bound
ans =

 0    0.5000    0.5000         0         0         0
    0.2000    0.8293    0.8000    0.0293    0.0293    0.0375
    0.4000    1.2141    1.1520    0.0621    0.0269    0.0834
    0.6000    1.6489    1.5504    0.0985    0.0240    0.1393
    0.8000    2.1272    1.9885    0.1387    0.0205    0.2077
    1.0000    2.6409    2.4582    0.1827    0.0162    0.2912
    1.2000    3.1799    2.9498    0.2301    0.0109    0.3933
    1.4000    3.7324    3.4518    0.2806    0.0045    0.5179
    1.6000    4.2835    3.9501    0.3334    0.0034    0.6700
    1.8000    4.8152    4.4282    0.3870    0.0130    0.8559
    2.0000    5.3055    4.8658    0.4397    0.0247    1.0829

>> plot(t,y,'r',t,w,'b'); →menggambarkan hasil dalam bentuk grafik. Untuk grafik t terhadap y digambarkan dengan warna merah sedangkan t terhadap w digambarkan dengan warna biru
>> grid
>> plot(t,EG,'b',t,EL,'r');gridà menggambarkan grafik pergerakan dari  eror global yang di tunjukkan oleh warna biru, dan menggambarkan grafik pergerakan eror local yang ditunjukkan oleh warna merah
>> plot(t,EB,'r',t,EL,'b',t,EG,'g');gridà menggambarkan grafik pergerakan dari  eror bound  yang di tunjukkan oleh warna merah,  menggambarkan grafik pergerakan dari  eror global yang di tunjukkan oleh warna biru dan menggambarkan grafik pergerakan eror local yang ditunjukkan oleh warna hijau

Exercise 5.2
   

m-file ke 2
function[t,y,w,EG,EL,EB]=metode_taylor(a,b,n,alpha) %y= nilai eksak, w=nilai aproksimasi, EG=error global, EL=error lokaql, EB= error bound, a=bawas bawah interval, b=batas atas interval, n=banyak jumlah data yang diinginkan,h= jarak sub interval yang dapat dicari dengan (b-a)/n
h=(b-a)/n;
w(1)=alpha; %nilai awal untuk mencari error global
w1(1)=alpha; %nilai awal untuk mencari error lokal
t(1)=a;
for i=1:n %perulangan untuk i dari 1 sampai ke n
    w(i+1)=w(i)+h*fun(t(i),w(i)); ));%rumus dari metode euler yang digunakan
untuk mencari nilai dari error global

    w1(i+1)=sol(t(i))+h*fun(t(i),sol(t(i))); )));%rumus dari metode euler
yang digunakan untuk mencari nilai dari error lokal

    t(i+1)=t(i)+h; %untuk mendapatkan perulangan t dengan jarak sebesar h
end

for i=1:n+1%perulangan untuk i dari 1 sampai ke n
    %EB(i)=h*(0.5*exp(2)-2))/2*exp(2.*(t(i)-a))-1);
    EB(i)=0.5*h.*(exp(2.*(t(i)-a))-1); %rumus dari error bound ke i

end
y=sol(t);
EG=abs(y-w); %error global dicari dari harga mutlak nilai eksak dikurangi nilai aproksimasi
EL=abs(y-w1); %error lokal dicari dari harga mutlak nilai eksak dikurangi nilai aproksimasi
function z=fun(t,w)
%z=w-t.^2+1;
z=1+(t-w).^2; %nilai nilai aproksimasi yang diketahui
function y=sol(t)
%y=(t+1).^2-0.5*exp(t);
y=t+(1-t).^(-1); %nilai eksak yang diketahui


>> [t,y,w,EG,EL,EB]=metode_taylor(2,3,10,1);à mengubah input nilai a,b,n, alpha untuk melihat pe]rubahan hasil
>> [t' y' w' EG' EL' EB'] →untuk mendapatkan data dalam bentuk matrik untuk kolom pertama adalah  nilai t, kolom kedua adalah nilai eksak, kolom ketiga adalah nilai aproksimasi, kolom keempat error global, kolom berikutnya error local dan yang terakhir error bound

ans =

    2.0000    1.0000    1.0000         0         0         0
    2.1000    1.1909    1.2000    0.0091    0.0091    0.0111
    2.2000    1.3667    1.3810    0.0143    0.0069    0.0246
    2.3000    1.5308    1.5481    0.0173    0.0053    0.0411
    2.4000    1.6857    1.7046    0.0189    0.0042    0.0613
    2.5000    1.8333    1.8530    0.0196    0.0034    0.0859
    2.6000    1.9750    1.9948    0.0198    0.0028    0.1160
    2.7000    2.1118    2.1315    0.0197    0.0023    0.1528
    2.8000    2.2444    2.2638    0.0193    0.0019    0.1977
    2.9000    2.3737    2.3925    0.0189    0.0016    0.2525
    3.0000    2.5000    2.5183    0.0183    0.0014    0.3195

>> plot(t,y,'r',t,w,'b')à menggambarkan hasil dalam bentuk grafik. Untuk grafik t terhadap y digambarkan dengan warna merah sedangkan t terhadap w digambarkan dengan warna biru

>> grid
>> figure
>> plot(t,abs(y-w));gridà menggambarkan hasil dalam bentuk grafik Untuk nilai eror global

>> [t,y,w,EG,EL,EB]=metode_taylor(2,5,10,1);à mengubah input nilai a,b,n, alpha untuk melihat pe]rubahan hasil

>> [t' y' w' EG' EL' EB'] →untuk mendapatkan data dalam bentuk matrik untuk kolom pertama adalah  nilai t, kolom kedua adalah nilai eksak, kolom ketiga adalah nilai aproksimasi, kolom keempat error global, kolom berikutnya error local dan yang terakhir error bound


ans =

    2.0000    1.0000    1.0000         0         0         0
    2.3000    1.5308    1.6000    0.0692    0.0692    0.1233
    2.6000    1.9750    2.0470    0.0720    0.0333    0.3480
    2.9000    2.3737    2.4387    0.0651    0.0185    0.7574
    3.2000    2.7455    2.8026    0.0571    0.0113    1.5035
    3.5000    3.1000    3.1500    0.0500    0.0074    2.8628
    3.8000    3.4429    3.4867    0.0439    0.0051    5.3397
    4.1000    3.7774    3.8162    0.0387    0.0037    9.8529
    4.4000    4.1059    4.1403    0.0344    0.0028   18.0766
    4.7000    4.4297    4.4606    0.0308    0.0021   33.0610
    5.0000    4.7500    4.7778    0.0278    0.0016   60.3643

>> figure
>> plot(t,y,'r',t,w,'b');grid→menggambarkan hasil dalam bentuk grafik. Untuk grafik t terhadap y digambarkan dengan warna merah sedangkan t terhadap w digambarkan dengan warna biru

>> figure
>> plot(t,abs(y-w));gridà menggambarkan hasil dalam bentuk grafik Untuk nilai eror global

JENIS TENAGA PENDIDIKAN, PENGADAAN, PENGANGKATAN, PENEMPATAN, DAN PEMBERHENTIAN TENAGA DIDIK

  JENIS TENAGA KEPENDIDIKAN ·          Tenaga kependidikan terdapat di jalur pendidikan sekolah dan di jalur pendidikan luar sekolah. ...