Minggu, 26 April 2020

PENGELOLAAN HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT

PENGELOLAAN HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT

Pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat saat ini amatlah penting mengingat masyarakat berperan pula sebagai stakeholder pendidikan. Peran ini akan mempengaruhi maju mundurnya sekolah, kepuasan pelanggan merupakan kunci keberhasilan dari pengelolaan sebuah sekolah.

A.   Konsep Dasar Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Secara etimologis, “hubungan masyarakat” diterjemahkan dari perkataan bahasa Inggris “public relation”, yang berarti hubungan sekolah dengan masyarakat ialah sebagai hubungan timbal balik antara suatu organisasi (sekolah) dengan masyarakatnya.

Sekolah mempunyai kewajiban secara legal dan moral untuk selalu memberikan penerangan kepada masyarakat tentang tujuan-tujuan, program-program, kebutuhan-kebutuhan dan keadaannya, dan sebaliknya sekolah harus mengetahui dengan jelas kebutuhan, harapan dan tuntutan masyarakat.

Pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat dikenal pula dengan istilah “public school relation” yang berarti hubungan timbal balik antara sekolah dan masyarakat atau lingkungan terkait.

Terdapat beberapa definisi public school relation atau hubungan pengeloalaan sekolah dan masyarakat, sebagai berikut :

1.   Ward G. Reeder, menyatakan public school relations are those activities which seek to bring a harmonious working relationship between the school and the public which the school serve”

2.  Kindred Lestie, berpendapat bahwa hubungan sekolah dan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dan masyarak untuk berusaha menanamkan pengertian warga masyarakat tentang kebutuhan dan karya peendidikan serta pendorong minat dan tanggung jawab masyarakat dalam usaha memajukan sekolah”

3.  J Mamusung, berpendapat bahwa hubungan sekolah dan masyarakat adalah aktivitas keterampilan personil sekolah dalam mengungkapkan cita rasa karsa kedalam kata dan karya kreatif, hasil pemotretan keseluruhan pengelolaan sekolah untuk disebar luaskan melalui relasi manusia kepada khalayak terkait, dengan harapan memberikan dukungan yang menguntungkan bagi kepentingan serta kesuksesan lembaga beserta khalayaknya.

B.   Prinsip-prinsip dan Metode dalam Membina Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Adapun prinsip-prinsip hubungan sekolah dengan masyarakat dapat dirangkum sebagai berikut:

1.      Kerjasama harus dimodali dengan itikad baik untuk menciptakan citra baik tentang pendidikan.

2.      Pihak awam dalam berperan serta membantu dan merealisasikan program sekolah, hendaknya menghormati dan mentaati ketentuan/peraturan yang diberlakukan di sekolah.

3.      Berkaitan dengan prinsip dan teknis edukatif, sekolahlah yang lebih  berkewajiban dan lebih berhak menanganinya.

4.      Segala saran yang berkaitan dengan kepentingan sekolah harus disalurkan melalui lembaga resmi yang bertanggungjawab dalam melaksanakannya.

5.      Partisipasi/peranserta masyarakat tidak saja dalam bentuk gagasan/usul/saran tetapi juga berikut organisasi dan kepengurusannya yang dirasakan benar-benar bermanfaat bagi kemajuan sekolah.

6.      Peran serta masyarakat tidak dibatasi oleh jenjang sekolah tertentu, sepanjang tidak mencampuri urusan teknis edukatif/akademis.

7.      Peran serta masyarakat akan bersifat konstruktif, apabila mereka sebagai awam diberi kesempatan mempelajari dan memahami permasalahan serta cara pemecahannya bagi kepentingan dan kemajuan sekolah.

8.      Supaya sukses dalam “saling berperan serta”, haruslah dipahami betul nilai,  cara kerja dan pola hidup yang ada dalam masyarakat.

9.      Kerjasama harus berkembang secara wajar, diawali dari yang paling sederhana, berkembang hingga hal-hal yang lebih besar.

10.  Efektivitas keikutsertaan para awam perlu dibina hingga layak dalam mengembangkan gagasan/penemuan, saran, kritik sampai pada usaha pemecahan dan pencapaian keberhasilan bagi kemajuan sekolah.

 

C.   Tujuan, Fungsi dan Manfaat Lembaga Sekolah dan Masyarakat

Elsbree telah mengemukakan tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai berikut:

1.     Untuk meningkatkan kualitas belajar dan pertumbuhan anak.

2.    Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya pendidikan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

3.    Untuk mengembangkan antusiasme/semangat saling bantu antara sekolah dengan masyarakat demi kemajuan kedua belah pihak.

Ketiga tujuan tersebut menggambarkan adanya “two way trafic” atau dua arus komunikasi yang saling timbal balik antara sekolah dengan masyarakat. Hubungan sekolah dengan masyarakat akan berjalan dengan baik apabila terjadi kesepakatan antara sekolah dengan masyarakat tentang “policy” (kebijakan), perencanaan program dan strategi pelaksanaan pendidikan di sekolah. Dengan demikian tidak ada lagi “barrier” atau penghalang dalam melaksanakan program hubungan sekolah dengan masyarakat.

Fungsi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Fungsi Sekolah dalam Masyarakat

1)   Sekolah sebagai lembaga pembaharu (agent of change), yang mengintrodaksi perubahan pengetahuan, cara berpikir, pola hidup, kebiasaan dan tata cara pergaulan, dan sebagainya.

2)   Sekolah sebagai lembaga seleksi (selecting agency), yang memilih/membeda- bedakan anggota masyarakat menurut kemampuan dan potensinya dalam memberikan pembinaan sesuai dengan kemampuan itu, agar setiap individu/anggota masyarakat dapat dikembangkan dan dimanfaatkan potensinya semaksimal mungkin.

3)   Sekolah sebagai lembaga peningkat (class leveling agency), yang membantu meningkatkan taraf sosial warga negara dan dengan demikian mengurangi/menghilangkan perbedaan “kelas” dalam masyarakat.

4)   Sekolah sebagai lembaga asimilasi (assimilating agency), yang berusaha mengurangi/menghilangkan perbedaan-perbedaan atas tradisi, adat dan kebudayaan, sehingga terdapat usaha penyesuaian diri yang lebih besar dalam persatuan dan kesatuan bangsa.

5)   Sekolah sebagai lembaga pemeliharaan kelestarian (agent of preservation), yang memelihara dan meneruskan sifat-sifat budaya yang patut dipelihara dan diteruskan.

Manfaat Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

a.     Penentuan sumber dan kebutuhan belajar. Kualitas murid dalam arti bahwa sekolah yang bersangkutan tidak akan kekurangan murid yang meminatinya sehingga dapat memperoleh murid yang baik serta mampu mempertahankannya untuk tetap mengikuti pendidikan di sekolah tersebut.

b.    Tersedianya tempat-tempat penelitian. Untuk mengimbangi teori yang diperoleh di sekolah diperlukaan praktek lapangan. Untuk mendapatkan praktek ini banyak dijumpai kesulitan-kesulitan bila ternyata sekolah tersebut kurang mendapat tempat di hati masyarakatnya. Oleh sebab itu hubungan yang baik dengan masyarakat sangat diperlukan.

c.     Pemenuhan sarana dan prasarana. Banyak diantara sekolah-sekolah  yang terbentur pada masalah sarana dan prasarana dalam usaha melayani pendidikan untuk masyarakatnya. Melalui hubungan baik dengan masyarakat memungkinkan dapat membantu dalam pemecahan masalah tersebut.

d.    Pemenuhan sumber dana dan daya manusia yang terungkap dalam cipta, rasa, karsa dan karyanya.

 

D.   Unsur-unsur Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Unsur-unsur yang terlibat dalam hubungan sekolah dengan masyarakat antara lain:

Sekolah

Sebagai pusat pendidikan formal, sekolah lahir dan berkembang dari pemikiran efisiensi dan efektivitas pemberian pendidikan bagi warga masyarakat. Artinya bahwa sekolah sebagai pusat pendidikan formal merupakan perangkat masyarakat yang diserahi kewajiban memberikan pendidikan. Sekolah merupakan lembaga sosial yang tumbuh dan berkembang dari dan untuk masyarakat, oleh karena itu segala bentuk dan tujuan sekolah kesemuanya harus diarahkan kepada pembentukan corak pribadi dan kemampuan warga masyarakat sebagaimana menjadi target atau sasaran pendidikan di masyarakat yang bersangkutan.

Orang tua Murid

Hubungan sekolah dengan orang tua murid hendaknya dibawa ke dalam hubungan yang konstruktif dengan program di sekolah. Orang tua tidak dapat terlepas sama sekali dari hubungannya dengan sekolah. Oleh karena itu hubungan antara keduanya hendaklah dibimbing lebih simpatik, dan ini adalah merupakan tugas kepala sekolah.

Murid dan Guru

Murid merupakan unsur sekolah yang sangat penting, begitu juga guru. Tanpa adanya murid, sekolah tidak akan ada. Dia berasal dari lingkungan masyarakat yaitu keluarga yang memperoleh ilmu pengetahuan, dan pendidikan dari persekolahan dengan perantaraan guru.

E.   Teknik-teknik Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk memberikan gambaran tentang sekolah yang perlu diketahui masyarakat, antara lain:

Laporan kepada orang tua murid

Laporan ini dapat dilakukan setiap triwulan, catur wulan, semester, atau tahunan. Laporan tersebut tidak hanya berupa angka-angka, akan tetapi menyangkut informasi yang bersifat diagnostik, artinya dalam laporan tersebut dicantumkan pula kelebihan dan kelemahan peserta didik.

 

Buletin sekolah

Buletin ini berisi kegiatan-kegiatan sekolah, artikel guru dan murid, pengumuman-pengumuman sekolah, dan lain-lain.

Surat kabar

Isinya menyangkut segala aspek yang menunjang kesuksesan program pendidikan.

Pameran sekolah

Merupakan metode untuk memberikan gambaran tentang keadaan sekolah dengan berbagai aktivitasnya.

Open House

Untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat mengetahui sekolah serta mengobservasi kegiatan dan hasil kerja murid dan guru sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Kunjungan ke sekolah (school visitation)

Teknik memberikan kesempatan kepada orang tua murid untuk melihat kegiatan murid, keadaan sekolah pada saat pelajaran berlangsung.

Kunjungan ke rumah murid (home visitation)

Dilakukan untuk melihat latar belakang kehidupan murid, disamping mempererat hubungan antara sekolah dengan orang tua murid.

Melalui penjelasan oleh staf sekolah

Kepala sekolah hendaknya berusaha agar semua personil sekolah turut aktif mengambil bagian dalam mensukseskan hubungan sekolah dengan masyarakat. Para personil sekolah dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang kebijakan- kebijakan, program-program organisasi sekolah.

Gambaran keadaan sekolah melalui murid

Murid dapat juga didorong untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang keadaan sekolah. Jangan sampai murid menyebarluaskan isu-isu yang tidak baik mengenai sekolah kepada masyarakat.

Melalui radio dan televisi

Radio dan televisi memiliki daya kuat untuk menyebarkan pengaruh melalui informasi yang disiarkannya. Radio dan televisi cepat sekali membentuk “public opinion” yang sangat dibutuhkan dalam program hubungan sekolah dengan masyarakat ini.

Melalui radio dan televisi, masyarakat akan lebih mengenal situasi dan perkembangan sekolah. Melalui radio dan televisi sekolah dapat menyampaikan berita-berita dan pengumuman-pengumuman yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, termasuk apabila ada permohonan sumbangan dari pihak sekolah. Hal ini untuk menghindari kesalahan penyampaian informasi yang sering dilakukan oleh anak-anak kepada orang tuanya, bahkan anak minta iuran yang sebenarnya tidak ditarik oleh sekolah.

Laporan tahunan

Laporan tahunan disusun oleh kepala sekolah untuk memberikan kepada Pengawas sekolah atau kepala Kantor Departemen atau kepada atasannya. Kepala sekolah dapat menugaskan kepada stafnya atau langsung dia sendiri memberi informasi ini kepada masyarakat. Isi informasi tersebut berkenaan dengan isi laporan tahunan itu. Isi laporan tahunan tersebut antara lain mencakup kegiatan yang telah dilakukan, kurikulum, personalia, anggaran dan situasi dan kondisi murid.

 

F.   Pemberdayaan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Seperti telah diuraikan pada fungsi masyarakat terhadap sekolah, maka berikut ini akan memperjelas pemahaman tentang sumber-sumber yang dapat digali dari pihak masyarakat, antara lain:

1.    Sumber Manusiawi

Orang-orang terkemuka/berpengaruh, cendikiawan, para ahli dengan keterampilan tertentu, orang dermawan dan sosiawan, dan sebaginya yang dapat memberikan bantuan/partisipasinya dalam proses pendidikan di sekolah.

2.    Sumber Sosial

Berupa kelompok, organisasi, baik formal maupun informal dengan berbagai norma, peraturan kebiasaan-kebiasaan yang turut mempengaruhi proses pendidikan di sekolah.

3.    Sumber Kebudayaan dan Agama

Dengan berbagai nilai hidup dan kehidupan, tradisi, ajaran, serta kebudayaan dan kesenian yang turut membina dan memperkaya pendidikan di sekolah.

4.    Sumber Lingkungan Fisik

Keadaan alam dengan segala kekayaannya yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan di sekolah.

5.    Sumber Materi Keuangan

Yang datangnya secara formal dari pemerintah dan secara informal dari pihak- pihak lain dalam masyarakat.

 

Partisipasi Masyarakat

     Berkomunikasi sampai menimbulkan relasi, akhirnya diharapkan dapat membina partisipasi masyarakat.

      Dengan partisipasi dimaksudkan bukan hanya “pasif”-yang tidak menolak suatu gagasan atau ajakan, tetapi harus “aktif” menerima gagasan dan ajakan itu, dan berusaha mensukseskannya.

Sumbangan dalam partisipasi dapat diperinci menurut jenisnya sebagai berikut:


1.       Partisipasi buah pikiran/ide

Sumbangan pikiran, pengalaman dan pengetahuan, yang diberikan dalam pertemuan, diskusi, rapat, dan sebagainya sehingga menghasilkan suatu keputusan.

2.       Partisipasi tenaga

Dengan memberikan tenaga (dan waktu) untuk menghasilkan sesuatu yang telah diputuskan.

3.       Partisipasi keahlian/keterampilan

Dimana seseorang bertindak sebagai ahli, penasehat, resources, dan sebagainya. Yang diperlukan dalam kegiatan pendidikan di sekolah.

4.       Partisipasi harta benda

Berupa iuran atau sumbangan, baik dalam bentuk benda atau uang, secara tetap atau insidental.

Ada beberapa prasyarat untuk dapat menciptakan partisipasi, yaitu:

*Adanya rasa senasib-sepenanggungan: bahwa maju  mundurnya sekolah berarti  maju mundurnya masyarakat.

*Keterikatan  terhadap  tujuan:  bahwa  tujuan  pendidikan  di  sekolah  adalah   tujuan masyarakat di mana sekolah itu berada.

*Adanya prakarsawan: diperlukan kepemimpinan, baik dari pihak masyarakat maupun dari pihak profesional, yang dapat menimbulkan motivasi untuk bekerjasama.

*Adanya  iklim (suasana/situasi) yang baik:  hubungan  antar anggota  msyarakat yang penuh toleransi, tenggang rasa, harga menghargai, tidak ada curiga mencurigai, iri hati, dan sebagainya.

 

Usaha Mengenal Masyarakat

Sebelum sampai ketaraf kerjasama, dan mengajak masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan sekolah diperlukan persiapan-persiapan yang mendalam, terutama usaha-usaha untuk mengenal masyarakat. Bukan saja masyarakat harus mengenal sekolahnya, tetapi juga (bahkan sangat perlu) sekolah harus mengetahui opini-opini yang ada dalam masyarakat, mengetahui sikapnya terhadap pendidikan, mengetahui sumber-sumber pengaruh yang dapat mengubah pendapat umum terhadap sekolah, dan sebagainya.

Seperti biasanya dilakukan survey terlebih dahulu “ a sosiological survey is the method of obtaining information on life within the geographical area served by the school” (L.W. Kindred, 1957:39).

Hal-hal yang perlu diteliti untuk diketahui, ialah yang secara langsung atau tidak langsung dapat dimanfaatkan oleh sekolah untuk membina hubungan sekolah dengan masyarakat, yaitu:

1.       Karakteristik populasi: jumlah, kelamin, distribusi umur, jumlah dan batas-batas umur-sekolah, pekerjaan, dan sebagainya.

2.       Ekonomi:   income,   sumber-sumber penghasilan,  distribusi kekayaan, jumlah/presentase penganggur/yang bekerja, dan sebagainya.

3.       Organisasi-organisasi: formal, informal, organisasi sosial, organisasi keagamaan, dan hubungan antara organisasi-organisasi.

4.       Saluran-saluran komunikasi: saluran vertikal, horizontal baik formal maupun informal.

5.       Kepemimpinan yang memegang peranan dalam masyarakat: formal, informal, perorangan atau lembaga.

6.       Kegiatan-kegiatan masyarakat: terutama dalam bidang pendidikan.

7.       Tenaga Kependidikan di masyarakat.

Untuk memperoleh informasi yang diperlukan dari sumber-sumber informasi di atas dapat dilakukan dengan cara: interview, mengadakan angket/questionaire, mempelajari dokumen/catatan, dan membentuk advisory commitees (Panitia Penasehat) yang terdiri dari orang-orang di luar pendidikan.

Data hasil survey itu, setelah disusun dan dianalisa, akan cukup memberikan keterangan mengenai masyarakat, sehingga lebih mudah untuk dihubungi dan diajak berpartisipasi dalam usaha-usaha pendidikan di seklah yang dirasakan semakin penting dalam membantu kemajuan dunia pendidikan modern dewasa ini.

 


Minggu, 19 April 2020

The Ron Clark Story


The Ron Clark Story

Tangga rilis 13 Januari 2006

bercerita tentang pengalaman nyata seorang guru dengan metode mengajar yang berbeda untuk peserta didik “pilihan” di sebuah sekolah dasar, New York.

Ron Clark merupakan seorang guru yang sangat menginspirasi peserta didiknya. Ron Clark atau Mr. Clark semula menjadi guru selama empat tahun di Snowden Elementary school di Aurora, North California pada tahun 1994. Ia membuat sekolah dasar tersebut menjadi sekolah yang mendapatkan nilai kelulusan memuaskan, tetapi akhirnya ia memutuskan untuk pindah ke New York.

Sesampainya Mr. Clark di New York, beliau segera mencari sekolah SD untuk dapat mengajar di sana tetapi ia sempat ditolak. Namun akhirnya beliau menemukan sekolah bernama “Inner Harlem Elementary School”.  beliau diterima di sekolah tersebut tepat ketika guru sebelmnya keluar dari sekolah tersebut. Guru yang keluar dari SD Harlem tidak mampu mengatasi peserta didik di sekolah tersebut.
Sebelum beliau mengajar di kelasnya, terlebih dahulu beliau mengunjungi rumah dan orang tua masing-masing peserta didikya. Saat mengunjungi mereka satu persatu, beliau menemukan berbagai kondisi dan latar belakang yang sangat berbeda. Setelah itu Mr. Clark masuk ke kelas untuk pertama kalinya, dia melihat kondisi peserta didiknya yang begitu heterogen. Mereka begitu acuh dan sama sekali tidak menghargai keberadaan guru di dalam kelas. Mr. Clark mencoba untuk menyesuaikan dengan kondisi peserta didiknya. Selanjutnya, Mr. Clark menerapkan beberapa aturan dalam kelasnya dan peraturan yang pertama kali harus diterapkan adalah “menjadikan kelas tersebut sebagai keluarga”.

Mr. Clark sangat menekankan keberadaan mereka sebagai sebuah keluarga yang harus saling membantu, menghargai dan menyayangi satu dengan lainnya. Tentu peraturan tersebut tidak mudah untuk dijalankan. Banyak sekali kebiasaan peserta didik yang sangat tidak baik, mulai dari kebiasaan mereka yang tidak menghargai kawan maupun gurunya, berkelahi, dan kenakalan-kenakalan lainnya. Suatu ketika, Mr. Clark terpancing emosinya di depan kelas karena ulah salah satu peserta didiknya. Ia membalikkan meja kelas milik Shemika, dan semenjak itu ia merasa sangat menyesal dan putus asa. Karena banyak sekali tekanan, pergolakkan emosi, dan sulitnya menghadapi kondisi peserta didik, Mr. Clark merasa putus asa dan berniat untuk berhenti mengajar di SD Harleem.

Akhirnya beliau mendapatkan dukungan dan semangat dari wanita yang beliau kagumi yang bernama Maurice, membuktikan bahwa dirinya mampu menaklukkan kondisi para peserta didiknya yang begitu “berbeda”. Berkat dorongannya itu, akhirnya Mr. Clark mengurungkan niatnya untuk menyerah dan kembali mengajar di kelas keesokan harinya. Tetapi kepala sekolah kurang begitu menyukai cara mengajar Mr. Clark karena Mr. Turner menuntut agar seluruh peserta didiknya bisa lulus ujian akhir, ia tidak mementingkan metode-metode pengajaran 

Mr. Clark ternyata mampu melihat potensi-potensi kecerdasan dan bakat yang dimiliki oleh para peserta didiknya. Bahkan suatu ketika, ia sudah mulai mampu membuat pesera didiknya mulai untuk mencintainya. Dia meluangkan banyak waktunya untuk memberikan pelajaran tambahan bagi para peserta didiknya secara privat. Sampai akhirnya beliau terbaring sakit di rumah sakit, tetapi Mr. Clark tetap mengajar dengan menggunakan rekaman video. Ia tetap amanah untuk menjalankan kewajiban mengajarnya. Rekaman video yang dibuatnya, dinyalakan di kelas, sehingga peserta didiknya masih bisa untuk belajar di kelas. Seminggu sebelum Ujian Nasional.

Ketika hasil telah diperoleh, pada hari itu Mr. Clark mengundang orang tua peserta didik untuk menyaksikan pengumuman nilai dari putra-putrinya. Di tengah-tengah acara itu, Mr. Turner tiba-tiba masuk dan memberikan surat pengumuman. Isi dari surat tersebut adalah memberitahukan bahwa niai dari salah satu peserta didiknya merupakan nilai tertingggi dalam Ujian nasional, bahkan nilai rata-rata kelas itu yang terbaik dan mengalahkan nilai rata-rata kelas unggulan.

Minggu, 12 April 2020

KONSEP DASAR PEMBIAYAAN PENDIDIKAN

Pembiayaan pendidikan yaitu segenap kegiatan yang berkenaan dengan penataan sumber, penggunaan dan pertanggung jawaban dana pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan

LANDASAN HUKUM PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

·         Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

·         Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, yang diubah menjadi Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan Pertama PP Nomor 19 tahun 2005, dan PP Nomor 13 tahun 2015 tentang Perubahan Kedua PP Nomor 19 tahun 2005

·         Peraturan Pemerintah Nomor 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan

 

KARAKTERISTIK PEMBIAYAAN PENDIDIKAN

·         Biaya pendidikan selalu naik. Perhitungan pembiayaan pendidikan dinyatakan dalam satuan unit cost.

·         Pembiayaan terbesar dalam pelaksanaan pendidikan adalah biaya faktor manusia.

·         Unit cost pendidikan akan naik sepadan dengan tingkat sekolah

·         Besarnya unit cost pendidikan dipengaruhi oleh jenis lembaga pendidikan.

·         Komponen yang dibiayai dalam sistem pendidikan hampIr sama dari tahun ke tahun.

 

SUMBER-SUMBER PEMBIAYAAN PENDIDIKAN

·         Pemerintah. UU No. 17 Tahun 2013, UU No. 20 Tahun 2012, UU No. 23 Tahun 2013, Permendikbud No. 101 Tahun 2013, dll

·         Orang tua/Wali murid. Berupa SPP dan uang pembangunan

·         Usaha Mandiri Sekolah

·         Yayasan Penyelenggara Pendidikan

·         Dunia Usaha dan Industri

·         Masyarakat

 


Sabtu, 11 April 2020

Resume discussion using National Council of Teacher of Mathematis “USE MMATHEMATICS TO UNDERSTAND OUR WORLD: PANDEMICS, VIRUSES, AND OUR ACTIONS”


Resume discussion using National Council of Teacher of Mathematis
“USE MMATHEMATICS TO UNDERSTAND OUR WORLD: PANDEMICS, VIRUSES, AND OUR ACTIONS”
Beth Kobett, Jeff Shih, Sarah Bush, Dan Teague, And David Barnes




Penyebaran virus dipengaruhi oleh empat faktor. Memanipulasi variabel-variabel itu untuk menciptakan hasil yang berbeda. Hasil dimodelkan dalam kurva logistik, kurva berbentuk S yang menggambarkan pertumbuhan populasi baik virus maupun manusia serta fenomena lain dalam ekonomi dan sains.


Hari Menular untuk coronavirus ini bervariasi antara 2 dan 14 hari sebelum tanda-tanda yang signifikan muncul. Pilihan hari ke-6 hingga ke-10 tampaknya masuk akal untuk memulai.



Bagaimana Virus Disebarkan?
Baru-baru ini, penyakit pernapasan COVID-19 ("coronavirus") telah memicu ketakutan karena wabah tersebut telah dikategorikan sebagai pandemi. Ketika dunia sains melatih mata untuk perkembangan virus, dunia matematika juga dapat memainkan peran. Misalnya, applet di bawah ini dapat membantu memprediksi penyebaran virus pada suatu populasi. Setiap orang dapat menularkan kuman atau virus kepada orang lain yang berhubungan dengannya, tetapi penyakit tidak akan ditularkan jika penerima memiliki resistensi terhadap penyakit, telah divaksinasi, atau sudah terinfeksi. Akibatnya, ada "populasi peluang" kepada siapa penyakit ini dapat menyebar.
Penyebaran virus dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berikut ini empat faktor:
1.      ukuran populasi peluang;
2.      jumlah hari yang menular;
3.      jumlah orang yang kontak dengan orang yang terinfeksi; dan,
4.      kemungkinan tertular virus dari kontak dengan orang yang terinfeksi.

Apa itu Pandemi?
Pandemi adalah epidemi (wabah penyakit menular) yang menyebar melintasi perbatasan internasional, atau setidaknya melintasi wilayah yang luas. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pandemi dapat dimulai ketika tiga kondisi telah terpenuhi:
1.      subtipe virus baru muncul;
2.      itu menginfeksi manusia dan menyebabkan penyakit serius; dan,
3.      itu menyebar dengan mudah dan berkelanjutan di antara manusia.
Pandemi sebelumnya termasuk Flu Babi, kolera, dan Flu Spanyol. Saat ini para ilmuwan sedang melatih mata yang cermat pada virus COVID-19. Pada minggu kedua Maret 2020, ada 4226 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi pada manusia dan 75 kematian di Amerika Serikat. Menurut WHO, ada 132.758 kasus yang dikonfirmasi dan 4.995 kematian secara global pada saat yang sama. Virus COVID-19 adalah pandemi.

Cara Meminimalkan Ancaman Pandemi
Bahkan sejak tahun 1918, para pejabat tahu bahwa kontak dengan orang yang terinfeksi menyebabkan virus menyebar. Akibatnya, mereka mencegah orang banyak berkumpul di teater, gereja, dan sekolah. Pemberitahuan publik di sebelah kiri menunjukkan upaya satu kota untuk membatasi pertemuan publik.
Setelah pandemi influenza dimulai, seringkali tidak dapat dihentikan, karena virus menyebar dengan cepat dengan batuk dan bersin. Bahkan, orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada orang lain sebelum gejala bahkan muncul.
Mencegah orang dari kontak satu sama lain adalah salah satu cara untuk mencegah penyebaran influenza. Menyediakan vaksin untuk mengurangi kemungkinan tertular penyakit, atau menggunakan penawar racun untuk mengobati gejala begitu muncul, adalah cara lain untuk mengendalikan.

Bagaimana karantina akan mempengaruhi penyebaran?

Parameter mana (populasi, hari yang menular, jumlah kontak, atau kemungkinan kontraksi) yang diubah dalam applet? Pegang variabel lain dengan konstan dan ubah hanya variabel ini dalam applet. Apa yang terjadi?
Obat dikembangkan yang mengurangi berapa lama orang yang terinfeksi menular. Bagaimana ini akan mempengaruhi penyebaran? Parameter mana yang dipengaruhi obat ini? Pegang variabel lain dengan konstan dan ubah hanya variabel ini dalam applet. Apa yang terjadi?
Sebuah obat dikembangkan untuk dikonsumsi oleh orang yang tidak terinfeksi yang akan mengurangi kemungkinan tertular penyakit tersebut. Bagaimana ini akan mempengaruhi penyebaran? Parameter apa yang mempengaruhi obat ini dalam applet? Pegang variabel lain dengan konstan dan ubah hanya variabel ini dalam applet. Apa yang terjadi?
Coba gunakan applet lagi, tahan dua variabel konstan.

Fakta menarik tentang Kurva Logistic
titik belok adalah titik di mana kurva perubahan dari peningkatan lebih cepat untuk meningkatkan lebih lambat. Ini juga menandai beberapa simetri untuk kurva. Setengah dari jumlah orang dicatat di bawah titik infleksi, dan separuh lainnya berada di atas titik infleksi. Setengah dari waktu diperhitungkan di sebelah kiri titik belok, dan setengah dari waktu diperhitungkan di sebelah kanan titik belok.

Setelah titik infleksi diketahui, dimungkinkan untuk memperkirakan:

Berapa lama pandemi akan berlangsung. Karena separuh waktu terjadi di kedua sisi titik infleksi, titik infleksi adalah titik tengah kurva. Oleh karena itu, jika pandemi telah berlangsung x hari hingga mencapai titik infleksi, kemungkinan akan berlanjut selama x hari berikutnya.
Jumlah total orang yang akan terinfeksi. Karena setengah dari orang terinfeksi di kedua sisi titik belok, ia memberikan titik tengah. Oleh karena itu, jumlah orang yang akan terinfeksi setelah titik belok kira-kira sama dengan jumlah yang terinfeksi hingga titik belokan.
Sebelum titik infleksi diketahui, tidak mudah untuk membuat prediksi yang akurat.



 Pemodelan Matematika pada Virus Covid-19 menggunakan model SIR klasik



Model SIR klasik (Susceptible-Infectionus-Recovered) merupakan sebuah model penyebaran penyakit yang sangat sederhana yang hanya terdiri dari tiga buah persamaan differensial. Bermula ketika terjadi penyebaran penyakit, manusia dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu Sehat tetapi dapat terinfeksi (S), terinfeksi dan dapat menularkan penyakit (I), dan orang yang sembuh(R). secara umum model epidemic SIR klasik menggambarkan alur penyebaran penyakit dari kelompok individu Susceptible menjadi Infected melalui kontak langsung atau perantara lain. Selanjutnya kelompok individu Infected yang mampu bertahan hidup terhadap penyakit akan sembuh dan memasuki kelompok Recovered.


Analisa kestabilan titik kesetimbangan bebas-Infeksi



Apa yang terjadi jika R0<1?
Jika R0<1 maka titik kesetimbangan bebas-infeksi (S*,I*) bersifat stabil asimtotik local

Dengan mengurangi jumlah rata-rata kontak virus yang lewat satu-satunya cara yang layak adalah : TETAP DIRUMAH





Jumat, 10 April 2020

JENIS DAN TEKNIK SUPERVISI

Metode dalam konteks pengawasan merupakan suatu cara yang ditempuh oleh pengawas pendidikan guna merumuskan tujuan yang hendak dicapai baik oleh sistem perorangan maupun kelembagaan pendidikan itu sendiri, sedangkan teknik adalah langkah-langkah kongkrit yang dilaksankan oleh seorang supervisor, dan teknik yang dilaksanakan dalam supervisi dapat ditempuh melalui berbagai cara, yakni pada prinsifnya berusaha merumuskan harapan-harapan menjadi sebuah kenyataan. Teknik supervisi merupakan cara-cara yang ditempuh dalam mencapai tujuan tertentu, baik yang berhubungan dengan penyelesaian masalah guru-guru dalam mengajar, masalah kepala sekolah dalam mengembangkan kelembagaan serta masalah-masalah lain yang berhubungan serta berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Dalam supervisi dikenal dengan dua teknik besar, yakni teknik individual dan teknik kelompok. Teknik individual antara lain berupa

(1) kunjungan dan observasi kelas

(2) individual conference

(3) kunjungan antar guru-guru

(4) evaluasi diri

(5) supervisory bulletin

(6) profesional reading

(7) profesional writing,

 

sedankan teknik kelompok antara lain:

(1) rapat staf sekolah

(2) orientasi guru baru

(3) curriculum laboratory

(4) panitia

(5) perpustakaan professional

(6) demonstrasi mengajar

(7) lokakarya

(8) field trips for staff personnels

(9) pannel or forum discussion

(10) in service training

(11) organisasi profesional.

 

Pada teknik individual seperti dengan melakukan kunjungan dan observasi kelas, pada beberapa pendapat sering dipandang sbagai salah satu kegiatan yang menyebabkan prediksi yang berbeda terutama di kalangan guru serta kepala sekolah yang diamati oleh pengawas satuan pendidikan, walaupun pada prinsipnya kunjungan kelas merupakan perekaman informasi akurat yang datang secara langsung dari sumber belajar seperti guru dan peserta didik.

Sisi lain yang juga harus dikembangkan dalam kunjungan kelas atau observasi adalah menghilangkan adanya kesan atasan dan bawahan, sebab kesan ini akan menimbulkan kesan negatif baik bagi yang melaksanakan observasi ataupun yang diobservasi itu sendiri, akan tetapi hubungan yang harus dikembangkan adalah atas dasar kerjasama dan profesionalisme antara guru, kepala sekolah dan supevisor itu sendiri.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa observasi kelas hendaknya dilakukan dengan memakai instrumen yang telah disepakati sebelumnya oleh kedua belah pihak dengan sebelumnya melakukan pertemuan pribadi atau paling tidak diberitahukan terlebih dahulu kisi-kisi yang akan diujikan di lapangan oleh supervisor.

Hariwung (1989) menyebutkan bahwa tujuan yang dikehendaki dalam observasi kelas antara lain adalah untuk:

·         Mempelajari material yang dipelajari oleh siswa, validitasnya terhadap tujuan pendidikan, faedah, minat, serta nilainya untuk siswa.

·         Mempelajari usaha-usaha guru untuk mendorong dan menuntun siswa untuk belajar, prinsip-prinsip yang dipergunakan dan aplikasinya dalam materi umum dan materi khusus bagi siswa dalam belajar

·         Mempelajari usaha-usaha yang dipergunakan dalam menemukan, mendiagnosa, serta memperbaiki kesulitan-kesulitan belajar yang dihadapi oleh siswa

·         Mempelajari usaha-usaha yang dipakai untuk menilai hasil belajar, sifat dan alat metode pengukuran serta hubungannya dengan tujuan dari situasi belajar-mengajar, namun bukan mencatat kesalahan-kesalahan guru-guru guna tujuan-tujuan lain.

 

Dalam tataran teoritik, observasi kelas sudah lama diperkenalkan di kalangan pendidikan seperti yang dikemukakan oleh Charles W Boardman bahwa kunjungan kelas memiliki kemampuan sangat besar dan dapat menunjang perbaikan-perbaikan pembelajaran secara langsung, bahkan dapat diamati pula jika kedapatan metode serta proses pembelajaran yang kurang memadai dilakukan oleh seorang guru, maka hal ini akan diperbaiki secara langsung tentunya mempergunakan prosedur perbaikan pembelajaran secara proporsional dan profesional.

 

Walaupun pada tataran praktik, metode kunjungan kelas atau observasi kelajiman guru memiliki prediksi dan penilaian yang kurang baik, bahkan tidak sedikit guru yang memberikan permusuhan, terlebih dengan perilaku observer yang kurang menghargai, walaupun sebenarnya dalam hal ini terjadi tarik menarik yang kurang didasarkan atas prinsip dan prosedur pengawasan mutu pendidikan yang berpatokan pada standar mutu.

 

Pada prinsip umumnya kunjungan kelas di lakukan dengan tiga kegiatan, yakni kunjungan atas permintaan dan undangan dari guru, kunjungan yang diberitahukan oleh kepala sekolah dan kunjungan mendadak (sidak) yang memang dilaksanakan oleh supervisor sebagai bagian dari tugas dia sebagai pengawas mutu pendidikan.


Sabtu, 04 April 2020

REVIEW FILM SUPER~30


Judul Film: Super~30

Sutradara : Vikas Bahl

Tanggal rilis : 12 Juli 2019

Durasi : 150 menit



Visualisasi film dimulai dengan acara penghargaan yang diterima Fuggo, ia menyampaikan bagaimana pendidikan bisa mengubah hidupnya, di mana ia dulunya miskin. Ia bercerita bagaimana gurunya, Anand Kumar, menjadi pahlawan bagi hidupnya. Fugga merupakan salah satu dari ke-30 siswa Anand Kumar di kampus IIT (India Institute of Technology). 
Film mengambil alur mundur. Menampilkan adegan Anand Kumar muda sedang menerima medali atas prestasinya. Anand sejatinya dulu adalah siswa miskin, tapi punya tekad untuk belajar keras dan bakat besar di bidang matematika. Anand dikenal sebagai seorang ahli matematika, kecintaannya dengan matematika bahkan melebihi cintanya dengan Ritu Rashmi. Anand menyamar dan pergi ke Varanasi untuk menemukan jurnal asing yang tidak didapatnya di perpustakaan universitasnya sendiri. Tetapi ketika dia sudah menemukan jurnal asing tersebut untuk memecahkan masalah, dia ketahuan oleh pengawas perpustakaan dan diusir. Dia diantar keluar oleh OB yang sedang berada di perpustaan dan menyarankan Anand jika ingin berlangganan jurnal tersebut maka ia harus menulis artikel yang dpat dimuat disana.
Ishwar Kumar atau saudaranya akhirnya membuat Anand semakin bersemangat hingga akhirnya berhasil mencetak namanya sendiri di dalam jurnal asing tersebut. Bakan karena jurnal tersebut,ia medapatkan beasiswa di Universitas Cambridge di London. Akan tetapi sayang, karena masalah finansial Anand tidak jadi melanjutkan kuliah di London. Hal itu membuat sang Ayah yang awalnya sangat bersemangat menjadi down sampai akhirnya meninggal.sebelum ayahnya meninggal, Anand dan ayahnya pergi menemui seorang menteri yang sebelumnya telah berjanji akan membantu Anand.
Sepeninggalan sang Ayah, Anand harus menjadi tulang punggung keluarga dan melupakan matematika sejenak. Anand berjualan roti pipih keliling, sampai suatu hari ia bertemu dengan seniornya yang menawarkan pekerjaan di pusat bimbingan belajar miliknya untuk menjadi guru.kehidupan baru Anand berubah ketika ia menjadi guru di bimbingan belajar tersebut dan membuatnya terlena akan kekayaan. Anand kemudian memutuskan keluar dari pusat bimbingan belajar tersebut dan membuat pusat bimbingannya sendiri untuk anak-anak kurang mampu secara gratis yang ia beri nama Super 30.
Kelas tersebut awalnya memiliki 29murid yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Anand mengajar dengan cara yg berbeda dari guru lain. Ia mengajar dengan menyenangkan, mudah, serta dekat dengan kehidupan sehari-hari. Keluarga mendukung penuh. Ibunya memasak untuk para murid dan adiknya, Pranav, membantu sebanyak ia bisa. Semua biaya pendidikan termasuk tempat tinggal dan makan gratis. Gubuk itu menjadi tempat belajar yang menyenangkan.
Kekurangan fasilitas di kelas dan ancaman demi ancaman dari bimbingan belajar yang dulu tidak membuatnya menyerah. Namun keluarga mereka kembali kekurangan uang. Muridnya mulai kelaparan, nilai awal mereka tidak memuaskan. Anand sekali lagi berhadapan dengan kemiskinan. Hingga akhirnya Anand kembali bertemu seniornya yang memberikan pekerjaan di bimbingan belajar dan membuat kesepakatan atau perjanjian jika salahsatu murid dari kelas Anand mendapatkan nilai ltertinggi tinggi dibandingkan murid bimbingan belajar maka senior tersebut akan membantu Anand, tetapi jika tidak maka Anand harus kembali mengajar di bimbingan belajar tersebut dan membubarkan kelasnya.
Anand kalah, muridnya tidak mendapatkan nilai tertinggi hingga akhirnya ia dengan berat hati harus kembali mengajar di bimbingan belajar dan membubarkan kelasnya. Tetapi keberuntungan berpihak pada Anand. Seorang wartawan yang bekerjasama dengan Ritu Rashmi, meminta bukti perjanjian antara senior dan Anand. Senior tersebut  dan temannya yang menjadi suami Ritu Rashmi mencari surat perjanjian yang telah ditanda tangani oleh Anand tetapi tidak ketemu karena memang surat perjanjian tersebut telah di sembunyikan Ritu Rashmi. Akhirnya Anand mengatakan dengan lantang bahwa ia tidak pernah menandatangani surat perjanjian tersebut dan meninggalkan acara bersama para muridnya.
Sepulang dari acara tersebut Anand menanyakan kepada muridnya kenapa mereka bisa gagal dalam ujian tersebut, akhirnya murid-muridnya menceritakan situasi ketika mereka berada di kampus IIT yang banguannya sangat mewah yang berisi siswa kaya dengan bakaian yang bagus, bersih, rambut wangi dan halus serta pandai berbahasa inggris. Akhirnya Anand menantang mridnya untuk membuat pertunjukan selama 20menit dengan berbahasa inggris. Jika ada salah satu siswa yang menggunakan Bahasa India maka sisswa terseut akan dikeluarkan dari kelas Anand. Semalaman para siswa tidak dapat tidur memikirkan perkataan Anand. Hingga pagi tiba, waktunya para murid menunjukkan pertunjukannnya. Pertunjukan ersebut berjalan dengan lancer bahkan meriah dan membuat antusias yang tinggi dari para siswa bimbingan belajar yang ikut menonton, hingga mereka semuanya menari dengan sangat gembira merayakan hari Diwali bersama-sama.
Senior sangat murka dan karrena terus mendapatkan desakan dari orangtua murid agar Anand kembali ke bimbingan belajar maka Senior tersebut terus mencoba membubarkan kelas Anand dengan cara licik, mulai dari memfitnah Anand hingga akan membunuh Anand dan siswanya. Akhirnya orang suruhan senior tersebut berhasil menembak perut Anand, dan Anand dilarikan ke rumahsakit oleh Ishwar Kumar dan para muridnya. Hingga akhirnya Fuggo kembali menemui Anand dan mengatakan bahwa Senior tersebut berniat untuk membunuh Anand dan para murid di rumahsakit. Karena didikan Anand dan kecerdasan para murid dalam menghadapi masalahpara siswa melawan para penjahat tanpa menyakiti mereka. Hingga akhirnya mereka berhasil mengalahkan penjahat dan Anand selesai di operasi.
Akhir cerita para siswa dari super-30 tersebut mendaftar kuliah di IIT. Setelah menjalani tes, dan waktu pengumuman tiba mereka semua pergi ke kampus untuk melihat hasilnya. Ternyata kabar gembira dating dari Ishwar Kumar yang berkata pada Anand Kumar bahwa seluruh muridnya berhasil lolos masuk ke IIT. Raut bahagia terpancar dari mereka berdua hingga akhirnya Anand menangis bahagia penuh syukur karena perjuangannya mengajar ke-30 muridnya tidak sia-sia dan dapat melihat dan mengantarkan para murid melangkah menuju cita-cita mereka.

JENIS TENAGA PENDIDIKAN, PENGADAAN, PENGANGKATAN, PENEMPATAN, DAN PEMBERHENTIAN TENAGA DIDIK

  JENIS TENAGA KEPENDIDIKAN ·          Tenaga kependidikan terdapat di jalur pendidikan sekolah dan di jalur pendidikan luar sekolah. ...