Minggu, 19 April 2020

The Ron Clark Story


The Ron Clark Story

Tangga rilis 13 Januari 2006

bercerita tentang pengalaman nyata seorang guru dengan metode mengajar yang berbeda untuk peserta didik “pilihan” di sebuah sekolah dasar, New York.

Ron Clark merupakan seorang guru yang sangat menginspirasi peserta didiknya. Ron Clark atau Mr. Clark semula menjadi guru selama empat tahun di Snowden Elementary school di Aurora, North California pada tahun 1994. Ia membuat sekolah dasar tersebut menjadi sekolah yang mendapatkan nilai kelulusan memuaskan, tetapi akhirnya ia memutuskan untuk pindah ke New York.

Sesampainya Mr. Clark di New York, beliau segera mencari sekolah SD untuk dapat mengajar di sana tetapi ia sempat ditolak. Namun akhirnya beliau menemukan sekolah bernama “Inner Harlem Elementary School”.  beliau diterima di sekolah tersebut tepat ketika guru sebelmnya keluar dari sekolah tersebut. Guru yang keluar dari SD Harlem tidak mampu mengatasi peserta didik di sekolah tersebut.
Sebelum beliau mengajar di kelasnya, terlebih dahulu beliau mengunjungi rumah dan orang tua masing-masing peserta didikya. Saat mengunjungi mereka satu persatu, beliau menemukan berbagai kondisi dan latar belakang yang sangat berbeda. Setelah itu Mr. Clark masuk ke kelas untuk pertama kalinya, dia melihat kondisi peserta didiknya yang begitu heterogen. Mereka begitu acuh dan sama sekali tidak menghargai keberadaan guru di dalam kelas. Mr. Clark mencoba untuk menyesuaikan dengan kondisi peserta didiknya. Selanjutnya, Mr. Clark menerapkan beberapa aturan dalam kelasnya dan peraturan yang pertama kali harus diterapkan adalah “menjadikan kelas tersebut sebagai keluarga”.

Mr. Clark sangat menekankan keberadaan mereka sebagai sebuah keluarga yang harus saling membantu, menghargai dan menyayangi satu dengan lainnya. Tentu peraturan tersebut tidak mudah untuk dijalankan. Banyak sekali kebiasaan peserta didik yang sangat tidak baik, mulai dari kebiasaan mereka yang tidak menghargai kawan maupun gurunya, berkelahi, dan kenakalan-kenakalan lainnya. Suatu ketika, Mr. Clark terpancing emosinya di depan kelas karena ulah salah satu peserta didiknya. Ia membalikkan meja kelas milik Shemika, dan semenjak itu ia merasa sangat menyesal dan putus asa. Karena banyak sekali tekanan, pergolakkan emosi, dan sulitnya menghadapi kondisi peserta didik, Mr. Clark merasa putus asa dan berniat untuk berhenti mengajar di SD Harleem.

Akhirnya beliau mendapatkan dukungan dan semangat dari wanita yang beliau kagumi yang bernama Maurice, membuktikan bahwa dirinya mampu menaklukkan kondisi para peserta didiknya yang begitu “berbeda”. Berkat dorongannya itu, akhirnya Mr. Clark mengurungkan niatnya untuk menyerah dan kembali mengajar di kelas keesokan harinya. Tetapi kepala sekolah kurang begitu menyukai cara mengajar Mr. Clark karena Mr. Turner menuntut agar seluruh peserta didiknya bisa lulus ujian akhir, ia tidak mementingkan metode-metode pengajaran 

Mr. Clark ternyata mampu melihat potensi-potensi kecerdasan dan bakat yang dimiliki oleh para peserta didiknya. Bahkan suatu ketika, ia sudah mulai mampu membuat pesera didiknya mulai untuk mencintainya. Dia meluangkan banyak waktunya untuk memberikan pelajaran tambahan bagi para peserta didiknya secara privat. Sampai akhirnya beliau terbaring sakit di rumah sakit, tetapi Mr. Clark tetap mengajar dengan menggunakan rekaman video. Ia tetap amanah untuk menjalankan kewajiban mengajarnya. Rekaman video yang dibuatnya, dinyalakan di kelas, sehingga peserta didiknya masih bisa untuk belajar di kelas. Seminggu sebelum Ujian Nasional.

Ketika hasil telah diperoleh, pada hari itu Mr. Clark mengundang orang tua peserta didik untuk menyaksikan pengumuman nilai dari putra-putrinya. Di tengah-tengah acara itu, Mr. Turner tiba-tiba masuk dan memberikan surat pengumuman. Isi dari surat tersebut adalah memberitahukan bahwa niai dari salah satu peserta didiknya merupakan nilai tertingggi dalam Ujian nasional, bahkan nilai rata-rata kelas itu yang terbaik dan mengalahkan nilai rata-rata kelas unggulan.

Minggu, 12 April 2020

KONSEP DASAR PEMBIAYAAN PENDIDIKAN

Pembiayaan pendidikan yaitu segenap kegiatan yang berkenaan dengan penataan sumber, penggunaan dan pertanggung jawaban dana pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan

LANDASAN HUKUM PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

·         Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

·         Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, yang diubah menjadi Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan Pertama PP Nomor 19 tahun 2005, dan PP Nomor 13 tahun 2015 tentang Perubahan Kedua PP Nomor 19 tahun 2005

·         Peraturan Pemerintah Nomor 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan

 

KARAKTERISTIK PEMBIAYAAN PENDIDIKAN

·         Biaya pendidikan selalu naik. Perhitungan pembiayaan pendidikan dinyatakan dalam satuan unit cost.

·         Pembiayaan terbesar dalam pelaksanaan pendidikan adalah biaya faktor manusia.

·         Unit cost pendidikan akan naik sepadan dengan tingkat sekolah

·         Besarnya unit cost pendidikan dipengaruhi oleh jenis lembaga pendidikan.

·         Komponen yang dibiayai dalam sistem pendidikan hampIr sama dari tahun ke tahun.

 

SUMBER-SUMBER PEMBIAYAAN PENDIDIKAN

·         Pemerintah. UU No. 17 Tahun 2013, UU No. 20 Tahun 2012, UU No. 23 Tahun 2013, Permendikbud No. 101 Tahun 2013, dll

·         Orang tua/Wali murid. Berupa SPP dan uang pembangunan

·         Usaha Mandiri Sekolah

·         Yayasan Penyelenggara Pendidikan

·         Dunia Usaha dan Industri

·         Masyarakat

 


Sabtu, 11 April 2020

Resume discussion using National Council of Teacher of Mathematis “USE MMATHEMATICS TO UNDERSTAND OUR WORLD: PANDEMICS, VIRUSES, AND OUR ACTIONS”


Resume discussion using National Council of Teacher of Mathematis
“USE MMATHEMATICS TO UNDERSTAND OUR WORLD: PANDEMICS, VIRUSES, AND OUR ACTIONS”
Beth Kobett, Jeff Shih, Sarah Bush, Dan Teague, And David Barnes




Penyebaran virus dipengaruhi oleh empat faktor. Memanipulasi variabel-variabel itu untuk menciptakan hasil yang berbeda. Hasil dimodelkan dalam kurva logistik, kurva berbentuk S yang menggambarkan pertumbuhan populasi baik virus maupun manusia serta fenomena lain dalam ekonomi dan sains.


Hari Menular untuk coronavirus ini bervariasi antara 2 dan 14 hari sebelum tanda-tanda yang signifikan muncul. Pilihan hari ke-6 hingga ke-10 tampaknya masuk akal untuk memulai.



Bagaimana Virus Disebarkan?
Baru-baru ini, penyakit pernapasan COVID-19 ("coronavirus") telah memicu ketakutan karena wabah tersebut telah dikategorikan sebagai pandemi. Ketika dunia sains melatih mata untuk perkembangan virus, dunia matematika juga dapat memainkan peran. Misalnya, applet di bawah ini dapat membantu memprediksi penyebaran virus pada suatu populasi. Setiap orang dapat menularkan kuman atau virus kepada orang lain yang berhubungan dengannya, tetapi penyakit tidak akan ditularkan jika penerima memiliki resistensi terhadap penyakit, telah divaksinasi, atau sudah terinfeksi. Akibatnya, ada "populasi peluang" kepada siapa penyakit ini dapat menyebar.
Penyebaran virus dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berikut ini empat faktor:
1.      ukuran populasi peluang;
2.      jumlah hari yang menular;
3.      jumlah orang yang kontak dengan orang yang terinfeksi; dan,
4.      kemungkinan tertular virus dari kontak dengan orang yang terinfeksi.

Apa itu Pandemi?
Pandemi adalah epidemi (wabah penyakit menular) yang menyebar melintasi perbatasan internasional, atau setidaknya melintasi wilayah yang luas. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pandemi dapat dimulai ketika tiga kondisi telah terpenuhi:
1.      subtipe virus baru muncul;
2.      itu menginfeksi manusia dan menyebabkan penyakit serius; dan,
3.      itu menyebar dengan mudah dan berkelanjutan di antara manusia.
Pandemi sebelumnya termasuk Flu Babi, kolera, dan Flu Spanyol. Saat ini para ilmuwan sedang melatih mata yang cermat pada virus COVID-19. Pada minggu kedua Maret 2020, ada 4226 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi pada manusia dan 75 kematian di Amerika Serikat. Menurut WHO, ada 132.758 kasus yang dikonfirmasi dan 4.995 kematian secara global pada saat yang sama. Virus COVID-19 adalah pandemi.

Cara Meminimalkan Ancaman Pandemi
Bahkan sejak tahun 1918, para pejabat tahu bahwa kontak dengan orang yang terinfeksi menyebabkan virus menyebar. Akibatnya, mereka mencegah orang banyak berkumpul di teater, gereja, dan sekolah. Pemberitahuan publik di sebelah kiri menunjukkan upaya satu kota untuk membatasi pertemuan publik.
Setelah pandemi influenza dimulai, seringkali tidak dapat dihentikan, karena virus menyebar dengan cepat dengan batuk dan bersin. Bahkan, orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada orang lain sebelum gejala bahkan muncul.
Mencegah orang dari kontak satu sama lain adalah salah satu cara untuk mencegah penyebaran influenza. Menyediakan vaksin untuk mengurangi kemungkinan tertular penyakit, atau menggunakan penawar racun untuk mengobati gejala begitu muncul, adalah cara lain untuk mengendalikan.

Bagaimana karantina akan mempengaruhi penyebaran?

Parameter mana (populasi, hari yang menular, jumlah kontak, atau kemungkinan kontraksi) yang diubah dalam applet? Pegang variabel lain dengan konstan dan ubah hanya variabel ini dalam applet. Apa yang terjadi?
Obat dikembangkan yang mengurangi berapa lama orang yang terinfeksi menular. Bagaimana ini akan mempengaruhi penyebaran? Parameter mana yang dipengaruhi obat ini? Pegang variabel lain dengan konstan dan ubah hanya variabel ini dalam applet. Apa yang terjadi?
Sebuah obat dikembangkan untuk dikonsumsi oleh orang yang tidak terinfeksi yang akan mengurangi kemungkinan tertular penyakit tersebut. Bagaimana ini akan mempengaruhi penyebaran? Parameter apa yang mempengaruhi obat ini dalam applet? Pegang variabel lain dengan konstan dan ubah hanya variabel ini dalam applet. Apa yang terjadi?
Coba gunakan applet lagi, tahan dua variabel konstan.

Fakta menarik tentang Kurva Logistic
titik belok adalah titik di mana kurva perubahan dari peningkatan lebih cepat untuk meningkatkan lebih lambat. Ini juga menandai beberapa simetri untuk kurva. Setengah dari jumlah orang dicatat di bawah titik infleksi, dan separuh lainnya berada di atas titik infleksi. Setengah dari waktu diperhitungkan di sebelah kiri titik belok, dan setengah dari waktu diperhitungkan di sebelah kanan titik belok.

Setelah titik infleksi diketahui, dimungkinkan untuk memperkirakan:

Berapa lama pandemi akan berlangsung. Karena separuh waktu terjadi di kedua sisi titik infleksi, titik infleksi adalah titik tengah kurva. Oleh karena itu, jika pandemi telah berlangsung x hari hingga mencapai titik infleksi, kemungkinan akan berlanjut selama x hari berikutnya.
Jumlah total orang yang akan terinfeksi. Karena setengah dari orang terinfeksi di kedua sisi titik belok, ia memberikan titik tengah. Oleh karena itu, jumlah orang yang akan terinfeksi setelah titik belok kira-kira sama dengan jumlah yang terinfeksi hingga titik belokan.
Sebelum titik infleksi diketahui, tidak mudah untuk membuat prediksi yang akurat.



 Pemodelan Matematika pada Virus Covid-19 menggunakan model SIR klasik



Model SIR klasik (Susceptible-Infectionus-Recovered) merupakan sebuah model penyebaran penyakit yang sangat sederhana yang hanya terdiri dari tiga buah persamaan differensial. Bermula ketika terjadi penyebaran penyakit, manusia dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu Sehat tetapi dapat terinfeksi (S), terinfeksi dan dapat menularkan penyakit (I), dan orang yang sembuh(R). secara umum model epidemic SIR klasik menggambarkan alur penyebaran penyakit dari kelompok individu Susceptible menjadi Infected melalui kontak langsung atau perantara lain. Selanjutnya kelompok individu Infected yang mampu bertahan hidup terhadap penyakit akan sembuh dan memasuki kelompok Recovered.


Analisa kestabilan titik kesetimbangan bebas-Infeksi



Apa yang terjadi jika R0<1?
Jika R0<1 maka titik kesetimbangan bebas-infeksi (S*,I*) bersifat stabil asimtotik local

Dengan mengurangi jumlah rata-rata kontak virus yang lewat satu-satunya cara yang layak adalah : TETAP DIRUMAH





Jumat, 10 April 2020

JENIS DAN TEKNIK SUPERVISI

Metode dalam konteks pengawasan merupakan suatu cara yang ditempuh oleh pengawas pendidikan guna merumuskan tujuan yang hendak dicapai baik oleh sistem perorangan maupun kelembagaan pendidikan itu sendiri, sedangkan teknik adalah langkah-langkah kongkrit yang dilaksankan oleh seorang supervisor, dan teknik yang dilaksanakan dalam supervisi dapat ditempuh melalui berbagai cara, yakni pada prinsifnya berusaha merumuskan harapan-harapan menjadi sebuah kenyataan. Teknik supervisi merupakan cara-cara yang ditempuh dalam mencapai tujuan tertentu, baik yang berhubungan dengan penyelesaian masalah guru-guru dalam mengajar, masalah kepala sekolah dalam mengembangkan kelembagaan serta masalah-masalah lain yang berhubungan serta berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Dalam supervisi dikenal dengan dua teknik besar, yakni teknik individual dan teknik kelompok. Teknik individual antara lain berupa

(1) kunjungan dan observasi kelas

(2) individual conference

(3) kunjungan antar guru-guru

(4) evaluasi diri

(5) supervisory bulletin

(6) profesional reading

(7) profesional writing,

 

sedankan teknik kelompok antara lain:

(1) rapat staf sekolah

(2) orientasi guru baru

(3) curriculum laboratory

(4) panitia

(5) perpustakaan professional

(6) demonstrasi mengajar

(7) lokakarya

(8) field trips for staff personnels

(9) pannel or forum discussion

(10) in service training

(11) organisasi profesional.

 

Pada teknik individual seperti dengan melakukan kunjungan dan observasi kelas, pada beberapa pendapat sering dipandang sbagai salah satu kegiatan yang menyebabkan prediksi yang berbeda terutama di kalangan guru serta kepala sekolah yang diamati oleh pengawas satuan pendidikan, walaupun pada prinsipnya kunjungan kelas merupakan perekaman informasi akurat yang datang secara langsung dari sumber belajar seperti guru dan peserta didik.

Sisi lain yang juga harus dikembangkan dalam kunjungan kelas atau observasi adalah menghilangkan adanya kesan atasan dan bawahan, sebab kesan ini akan menimbulkan kesan negatif baik bagi yang melaksanakan observasi ataupun yang diobservasi itu sendiri, akan tetapi hubungan yang harus dikembangkan adalah atas dasar kerjasama dan profesionalisme antara guru, kepala sekolah dan supevisor itu sendiri.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa observasi kelas hendaknya dilakukan dengan memakai instrumen yang telah disepakati sebelumnya oleh kedua belah pihak dengan sebelumnya melakukan pertemuan pribadi atau paling tidak diberitahukan terlebih dahulu kisi-kisi yang akan diujikan di lapangan oleh supervisor.

Hariwung (1989) menyebutkan bahwa tujuan yang dikehendaki dalam observasi kelas antara lain adalah untuk:

·         Mempelajari material yang dipelajari oleh siswa, validitasnya terhadap tujuan pendidikan, faedah, minat, serta nilainya untuk siswa.

·         Mempelajari usaha-usaha guru untuk mendorong dan menuntun siswa untuk belajar, prinsip-prinsip yang dipergunakan dan aplikasinya dalam materi umum dan materi khusus bagi siswa dalam belajar

·         Mempelajari usaha-usaha yang dipergunakan dalam menemukan, mendiagnosa, serta memperbaiki kesulitan-kesulitan belajar yang dihadapi oleh siswa

·         Mempelajari usaha-usaha yang dipakai untuk menilai hasil belajar, sifat dan alat metode pengukuran serta hubungannya dengan tujuan dari situasi belajar-mengajar, namun bukan mencatat kesalahan-kesalahan guru-guru guna tujuan-tujuan lain.

 

Dalam tataran teoritik, observasi kelas sudah lama diperkenalkan di kalangan pendidikan seperti yang dikemukakan oleh Charles W Boardman bahwa kunjungan kelas memiliki kemampuan sangat besar dan dapat menunjang perbaikan-perbaikan pembelajaran secara langsung, bahkan dapat diamati pula jika kedapatan metode serta proses pembelajaran yang kurang memadai dilakukan oleh seorang guru, maka hal ini akan diperbaiki secara langsung tentunya mempergunakan prosedur perbaikan pembelajaran secara proporsional dan profesional.

 

Walaupun pada tataran praktik, metode kunjungan kelas atau observasi kelajiman guru memiliki prediksi dan penilaian yang kurang baik, bahkan tidak sedikit guru yang memberikan permusuhan, terlebih dengan perilaku observer yang kurang menghargai, walaupun sebenarnya dalam hal ini terjadi tarik menarik yang kurang didasarkan atas prinsip dan prosedur pengawasan mutu pendidikan yang berpatokan pada standar mutu.

 

Pada prinsip umumnya kunjungan kelas di lakukan dengan tiga kegiatan, yakni kunjungan atas permintaan dan undangan dari guru, kunjungan yang diberitahukan oleh kepala sekolah dan kunjungan mendadak (sidak) yang memang dilaksanakan oleh supervisor sebagai bagian dari tugas dia sebagai pengawas mutu pendidikan.


Sabtu, 04 April 2020

REVIEW FILM SUPER~30


Judul Film: Super~30

Sutradara : Vikas Bahl

Tanggal rilis : 12 Juli 2019

Durasi : 150 menit



Visualisasi film dimulai dengan acara penghargaan yang diterima Fuggo, ia menyampaikan bagaimana pendidikan bisa mengubah hidupnya, di mana ia dulunya miskin. Ia bercerita bagaimana gurunya, Anand Kumar, menjadi pahlawan bagi hidupnya. Fugga merupakan salah satu dari ke-30 siswa Anand Kumar di kampus IIT (India Institute of Technology). 
Film mengambil alur mundur. Menampilkan adegan Anand Kumar muda sedang menerima medali atas prestasinya. Anand sejatinya dulu adalah siswa miskin, tapi punya tekad untuk belajar keras dan bakat besar di bidang matematika. Anand dikenal sebagai seorang ahli matematika, kecintaannya dengan matematika bahkan melebihi cintanya dengan Ritu Rashmi. Anand menyamar dan pergi ke Varanasi untuk menemukan jurnal asing yang tidak didapatnya di perpustakaan universitasnya sendiri. Tetapi ketika dia sudah menemukan jurnal asing tersebut untuk memecahkan masalah, dia ketahuan oleh pengawas perpustakaan dan diusir. Dia diantar keluar oleh OB yang sedang berada di perpustaan dan menyarankan Anand jika ingin berlangganan jurnal tersebut maka ia harus menulis artikel yang dpat dimuat disana.
Ishwar Kumar atau saudaranya akhirnya membuat Anand semakin bersemangat hingga akhirnya berhasil mencetak namanya sendiri di dalam jurnal asing tersebut. Bakan karena jurnal tersebut,ia medapatkan beasiswa di Universitas Cambridge di London. Akan tetapi sayang, karena masalah finansial Anand tidak jadi melanjutkan kuliah di London. Hal itu membuat sang Ayah yang awalnya sangat bersemangat menjadi down sampai akhirnya meninggal.sebelum ayahnya meninggal, Anand dan ayahnya pergi menemui seorang menteri yang sebelumnya telah berjanji akan membantu Anand.
Sepeninggalan sang Ayah, Anand harus menjadi tulang punggung keluarga dan melupakan matematika sejenak. Anand berjualan roti pipih keliling, sampai suatu hari ia bertemu dengan seniornya yang menawarkan pekerjaan di pusat bimbingan belajar miliknya untuk menjadi guru.kehidupan baru Anand berubah ketika ia menjadi guru di bimbingan belajar tersebut dan membuatnya terlena akan kekayaan. Anand kemudian memutuskan keluar dari pusat bimbingan belajar tersebut dan membuat pusat bimbingannya sendiri untuk anak-anak kurang mampu secara gratis yang ia beri nama Super 30.
Kelas tersebut awalnya memiliki 29murid yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Anand mengajar dengan cara yg berbeda dari guru lain. Ia mengajar dengan menyenangkan, mudah, serta dekat dengan kehidupan sehari-hari. Keluarga mendukung penuh. Ibunya memasak untuk para murid dan adiknya, Pranav, membantu sebanyak ia bisa. Semua biaya pendidikan termasuk tempat tinggal dan makan gratis. Gubuk itu menjadi tempat belajar yang menyenangkan.
Kekurangan fasilitas di kelas dan ancaman demi ancaman dari bimbingan belajar yang dulu tidak membuatnya menyerah. Namun keluarga mereka kembali kekurangan uang. Muridnya mulai kelaparan, nilai awal mereka tidak memuaskan. Anand sekali lagi berhadapan dengan kemiskinan. Hingga akhirnya Anand kembali bertemu seniornya yang memberikan pekerjaan di bimbingan belajar dan membuat kesepakatan atau perjanjian jika salahsatu murid dari kelas Anand mendapatkan nilai ltertinggi tinggi dibandingkan murid bimbingan belajar maka senior tersebut akan membantu Anand, tetapi jika tidak maka Anand harus kembali mengajar di bimbingan belajar tersebut dan membubarkan kelasnya.
Anand kalah, muridnya tidak mendapatkan nilai tertinggi hingga akhirnya ia dengan berat hati harus kembali mengajar di bimbingan belajar dan membubarkan kelasnya. Tetapi keberuntungan berpihak pada Anand. Seorang wartawan yang bekerjasama dengan Ritu Rashmi, meminta bukti perjanjian antara senior dan Anand. Senior tersebut  dan temannya yang menjadi suami Ritu Rashmi mencari surat perjanjian yang telah ditanda tangani oleh Anand tetapi tidak ketemu karena memang surat perjanjian tersebut telah di sembunyikan Ritu Rashmi. Akhirnya Anand mengatakan dengan lantang bahwa ia tidak pernah menandatangani surat perjanjian tersebut dan meninggalkan acara bersama para muridnya.
Sepulang dari acara tersebut Anand menanyakan kepada muridnya kenapa mereka bisa gagal dalam ujian tersebut, akhirnya murid-muridnya menceritakan situasi ketika mereka berada di kampus IIT yang banguannya sangat mewah yang berisi siswa kaya dengan bakaian yang bagus, bersih, rambut wangi dan halus serta pandai berbahasa inggris. Akhirnya Anand menantang mridnya untuk membuat pertunjukan selama 20menit dengan berbahasa inggris. Jika ada salah satu siswa yang menggunakan Bahasa India maka sisswa terseut akan dikeluarkan dari kelas Anand. Semalaman para siswa tidak dapat tidur memikirkan perkataan Anand. Hingga pagi tiba, waktunya para murid menunjukkan pertunjukannnya. Pertunjukan ersebut berjalan dengan lancer bahkan meriah dan membuat antusias yang tinggi dari para siswa bimbingan belajar yang ikut menonton, hingga mereka semuanya menari dengan sangat gembira merayakan hari Diwali bersama-sama.
Senior sangat murka dan karrena terus mendapatkan desakan dari orangtua murid agar Anand kembali ke bimbingan belajar maka Senior tersebut terus mencoba membubarkan kelas Anand dengan cara licik, mulai dari memfitnah Anand hingga akan membunuh Anand dan siswanya. Akhirnya orang suruhan senior tersebut berhasil menembak perut Anand, dan Anand dilarikan ke rumahsakit oleh Ishwar Kumar dan para muridnya. Hingga akhirnya Fuggo kembali menemui Anand dan mengatakan bahwa Senior tersebut berniat untuk membunuh Anand dan para murid di rumahsakit. Karena didikan Anand dan kecerdasan para murid dalam menghadapi masalahpara siswa melawan para penjahat tanpa menyakiti mereka. Hingga akhirnya mereka berhasil mengalahkan penjahat dan Anand selesai di operasi.
Akhir cerita para siswa dari super-30 tersebut mendaftar kuliah di IIT. Setelah menjalani tes, dan waktu pengumuman tiba mereka semua pergi ke kampus untuk melihat hasilnya. Ternyata kabar gembira dating dari Ishwar Kumar yang berkata pada Anand Kumar bahwa seluruh muridnya berhasil lolos masuk ke IIT. Raut bahagia terpancar dari mereka berdua hingga akhirnya Anand menangis bahagia penuh syukur karena perjuangannya mengajar ke-30 muridnya tidak sia-sia dan dapat melihat dan mengantarkan para murid melangkah menuju cita-cita mereka.

Senin, 23 Maret 2020

MANAGEMEN PESERTA DIDIK

Manajemen peserta didik dapat diartikan sebagai usaha pengaturan terhadap peserta didik mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai dengan mereka lulus sekolah. Knezevich (1961) mengartikan manajemen peserta didik atau pupil personnel administration sebagai suatu layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan dan layanan siswa di kelas dan di luar kelas seperti: pengenalan, pendaftaran, layanan individual seperti pengembangan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai ia matang di sekolah.

Tujuan Manajemen Peserta Didik

Tujuan umum manajemen peserta didik adalah: mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses belajar mengajar di sekolah; lebih lanjut, proses belajar mengajar di sekolah dapat berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan.
Tujuan khusus manajemen peserta didik adalah sebagai berikut:
1.                 Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan psikomotor peserta didik.
2.                 Menyalurkan dan mengembangkan kemampuan umum (kecerdasan), bakat dan minat peserta didik.
3.                 Menyalurkan aspirasi, harapan dan memenuhi kebutuhan peserta didik.
4.                 Dengan terpenuhinya 1, 2, dan 3 di atas diharapkan peserta didik dapat mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang lebih lanjut dapat belajar dengan baik dan tercapai cita-cita mereka.

Fungsi Manajemen Peserta Didik

Fungsi manajemen peserta didik secara umum adalah: sebagai wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi individualitasnya, segi sosialnya, segi aspirasinya, segi kebutuhannya dan segi-segi potensi peserta didik lainnya.
Fungsi manajemen peserta didik secara khusus dirumuskan sebagai berikut:
1.      Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan individualitas peserta didik, ialah agar mereka dapat mengembangkan potensi-potensi individualitasnya tanpa banyak terhambat. Potensi-potensi bawaan tersebut meliputi: kemampuan umum (kecerdasan), kemampuan khusus (bakat), dan kemampuan lainnya.
2.      Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan fungsi sosial peserta didik ialah agar peserta didik dapat mengadakan sosialisasi dengan sebayanya, dengan orang tua dan keluarganya, dengan lingkungan sosial sekolahnya dan lingkungan sosial masyarakatnya. Fungsi ini berkaitan dengan hakekat peserta didik sebagai makhluk sosial.
3.      Fungsi yang berkenaan dengan penyaluran aspirasi dan harapan peserta didik, ialah agar peserta didik tersalur hobi, kesenangan dan minatnya. Hobi, kesenangan dan minat peserta didik demikian patut disalurkan, oleh karena ia juga dapat menunjang terhadap perkembangan diri peserta didik secara keseluruhan.
4.      Fungsi yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan peserta didik ialah agar peserta didik sejahtera dalam hidupnya. Kesejahteraan demikian sangat penting karena dengan demikian ia akan juga turut memikirkan kesejahteraan sebayanya.

Prinsip-Prinsip Manajemen Peserta Didik

Yang dimaksudkan dengan prinsip adalah sesuatu yang harus dipedomani dalam melaksanakan tugas. Jika sesuatu tersebut sudah tidak dipedomani lagi, maka akan tanggal sebagai suatu prinsip. Prinsip manajemen peserta didik mengandung arti bahwa dalam rangka memanaj peserta didik, prinsip-prinsip yang disebutkan di bawah ini haruslah selalu dipegang dan dipedomani. Adapun prinsip-prinsip manajemen peserta didik tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Manajemen peserta didik dipandang sebagai bagian dari keseluruhan manajemen sekolah. Oleh karena itu, ia harus mempunyai tujuan yang sama dan atau mendukung terhadap tujuan manajemen secara keseluruhan. Ambisi sektoral manajemen peserta didikB tetap ditempatkan dalam kerangka manajemen sekolah. Ia tidak boleh ditempatkan di luar sistem manajemen sekolah.
2.      Segala bentuk kegiatan manajemen peserta didik haruslah mengemban misi pendidikan dan dalam rangka mendidik para peserta didik. Segala bentuk kegiatan, baik itu ringan, berat, disukai atau tidak disukai oleh peserta didik, haruslah diarahkan untuk mendidik peserta didik dan bukan untuk yang lainnya.
3.      Kegiatan-kegiatan manajemen peserta didik haruslah diupayakan untuk mempersatukan peserta didik yang mempunyai aneka ragam latar belakang dan punya banyak perbedaan. Perbedaan-perbedaan yang ada pada peserta didik, tidak diarahkan bagi munculnya konflik di antara mereka melainkan justru mempersatukan dan saling memahami dan menghargai.
4.      Kegiatan manajemen peserta didik haruslah dipandang sebagai upaya pengaturan terhadap pembimbingan peserta didik. Oleh karena membimbing, haruslah terdapat ketersediaan dari pihak yang dibimbing. Ialah peserta didik sendiri. Tidak mungkin pembimbingan demikian akan terlaksana dengan baik manakala terdapat keengganan dari peserta didik sendiri.
5.      Kegiatan manajemen peserta didik haruslah mendorong dan memacu kemandirian peserta didik. Prinsip kemandirian demikian akan bermanfaat bagi peserta didik tidak hanya ketika di sekolah, melainkan juga ketika sudah terjun ke masyarakat. Ini mengandung arti bahwa ketergantungan peserta didik haruslah sedikit demi sedikit dihilangkan melalui kegiatan-kegiatan manajemen peserta didik.

6.      Apa yang diberikan kepada peserta didik dan yang selalu diupayakan oleh kegiatan manajemen peserta didik haruslah fungsional bagi kehidupan peserta didik baik di sekolah lebih-lebih di masa depan.

MANAGEMEN KURIKULUM


Kurikulum adalah suatu sistem yang mempunyai komponen-komponen yang saling berkaitan erat dan menunjang satu sama lain. Komponen-komponen kurikulum tersebut terdiri dari tujuan, materi pembelajaran, metode, dan evaluasi. Dalam bentuk sistem ini kurikulum akan berjalan menuju suatu tujuan pendidikan dengan adanya saling kerja sama di antara seluruh subsistemnya. Apabila salah satu dari variabel kurikulum tidak berfungsi dengan baik, maka sistem kurikulum akan berjalan kurang baik dan maksimal.
Secara etimologis, istilah kurikulum berasal dari bahasa yunani, yaitu curir yang artinya “pelari” dan curere yang berarti “tempat berpacu”. Istilah kurikulum berasal dari dunia olah raga, terutama dalam bidang atletik pada zaman romawi kuno. Dalam bahasa prancis, istilah kurikulum berasal dari kata courier yang berarti berlari (to run). Kurikulum berarti suatu jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari dari garis start sampai dengan finish untuk memperoleh medali atau penghargaan (Zainal Arifin, 2011: 2).
UU. No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu.

Ruang lingkup manajemen kurikulum
Manajemen kurikulum merupakan bagian integral dari kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Lingkup manajemen kurikulum meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum. Pada tingkat satuan pendidikan kegiatan kurikulum lebih mengutamakan untuk merealisasikan dan merelevansikan antara kurikulum nasional (standar kompetensi/kompetensi dasar) dengan kebutuhan daerah dan kondisi sekolah yang bersangkutan, sehingga kurikulum tersebut merupakan kurikulum yang integritas dengan peserta didik maupun dengan lingkungan dimana sekolah itu berada.

Prinsip pelaksanaan manajemen kurikulum
Terdapat lima prinsip yang harus diperhatikan dalam melaksanakan manajemen kurikulum, yaitu:
a)      Produktivitas, hasil yang akan diperoleh dalam kegiatan kurikulum merupakan aspek yang harus dipertimbangkan dalam manajemen kurikulum. Pertimbangan bagaimana agar peserta didik dapat mencapai hasil belajar sesuai dengan tujuan kurikulum harus menjadi sasaran dalam manajemen kurikulum.
b)      Demokratisasi, pelaksanaan manajemen kurikulum harus berasaskan demokrasi, yang menempatkan pengelola, pelaksana dan subjek didik pada posisi yang seharusnya dalam melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab untuk mencapai tujuan kurikulum
c)      Kooperatif, untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam kegiatan manajemen kurikulum, perlu adanya kerja sama yang positif dari berbagai pihak yang terlibat.
d)      Efektivitas dan efisiensi, rangkaian kegiatan manajemen kurikulum harus mempertimbngkan efektivitas dan efisiensi untuk mencapai tujuan kurikulum sehingga kegiatan manajemen kurukulum tersebut sehingga memberikan hasil yang berguna dengan biaya, tenaga, dan waktu yang relative singkat.
e)       Mengarahkan visi, misi dan tujuan yang ditetapkan dalam kurikulum, proses manajemen kurikulum harus dapat memperkuat dan mengarahkan visi, misi, dan tujuan kurikulum (Rusman, 2009: 4).

JENIS TENAGA PENDIDIKAN, PENGADAAN, PENGANGKATAN, PENEMPATAN, DAN PEMBERHENTIAN TENAGA DIDIK

  JENIS TENAGA KEPENDIDIKAN ·          Tenaga kependidikan terdapat di jalur pendidikan sekolah dan di jalur pendidikan luar sekolah. ...